Selasa, 05 Maret 2013

Modul Seni Rupa SMP Kelas VII

Penulis : M. Wisnu Jadmika, S.Pd. (Guru SMAN 1 Bayat)
SENI RUPA DAERAH
gerabah
A. PENGERTIAN SENI
Istilah seni dan kesenian sering digunakan oleh orang untuk mengungkapkan sesuatu yang berbeda dengan lainnya. Akan tetapi apakah seni itu? Seni merupakan bagian dari kebudayaan yang dihasilkan oleh sekelompok orang atau masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebudayaan menurut Koentjaraningrat berasal dari kata buddhayah (Sansekerta). Kebudayaan atau budaya adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari kebudayaan muncullah suatu kesenian atau seni. Pengertian seni setiap saat mengalami perkembangan sejalan dengan peradaban manusia. Berikut ini merupakan beberapa pendapat para tokoh tentang pengertian seni.
  1. Plato berpendapat bahwa seni adalah peniruan terhadap alam, sehingga karya seni merupakan tiruan dari bentuk alam seperti manusia, binatang, dan tumbuhan.
  2. Aristoteles berpendapat bahwa seni adalah  peniruan terhadap alam itu harus ideal dalam arti penciptaan seni itu berdasarkan bentuk alam yang disertai idea penciptanya untuk menghasilkan sesuatu yang lebih indah.
  3. Weitz (1950) berpendapat bahwa seni adalah   sebuah karya yang mengandung kesatuan organik yang kompleks serta disajikan dalam wujud kesatuan unsur, ekspresi, dan hubungan diantara keduanya yang menggugah indera manusia.
  4. Popo Iskandar berpendapat bahwa seni karya cipta manusia yang bersifat kreatif dan memiliki nilai yang dapat dikomunikasikan kepada orang lain.
  5. Kongres Kebudayaan Indonesia (1951) mendefinisikan seni sebagai   hasil dari getaran-getaran jiwa dan keselarasan perasaan dan pikiran yang mewujudkan suatu ciptaan yang indah dan luhur.
  6. Akhdiat Karta Mihardja berpendapat bahwa seni adalah kegiatan rokhani manusia yang merefleksikan realitas (mencerminkan kenyataan) dalam suatu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam rohani penerimanya.
  7. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahwa seni mempunyai pengertian : (1) halus, kecil dan halus, tipis dan halus, lembut dan enak didengar, mungil dan elok; (2) keahlian membuat karya yang bermutu; (3) kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi (luar biasa); orang yang berkesanggupan luar biasa.
Dengan demikian pengertian seni atau kesenian dapat diartikan  sebagai gagasan atau ide manusia yang diekspresikan melalui kemahiran tertentu untuk menghasilkan karya yang indah dan berarti.
Rumah adat merupakan salah satu hasil kebudayaan bangsa Indonesia
Rumah adat merupakan salah satu hasil kebudayaan bangsa Indonesia
B.   BENTUK KARYA SENI RUPA TERAPAN
1.    Seni Rupa Dwi Matra

Seni rupa dwi matra (dua dimensi) adalah merupakan hasil karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang dan lebar, atau berbentuk bidang seperti lukisan, karikatur, batik, ilustrasi, dan corak batik seperti batik Pekalongan, Cirebon, dan Yogyakarta.
Lukisan sebagai sarana pengungkapan ekspresi
Lukisan sebagai sarana pengungkapan ekspresi
lukisan karya Nasar
lukisan
Lukisan surealisme
Lukisan surealisme
Seni grafis merupakan karya seni dua dimensi
Seni grafis merupakan karya seni dua dimensi
2.    Seni Rupa Tri Matra

Seni rupa tri matra (tiga dimensi) adalah merupakan hasil karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi atau benda yang mempunyai volume. Seperti patung, bangunan, keramik, dan relief.
Gerabah salah satu hasil karya seni rupa tiga dimensi dari bahan tanah liat
Gerabah salah satu hasil karya seni rupa tiga dimensi dari bahan tanah liat
Patung merupakan karya seni rupa tiga dimensi
Patung merupakan karya seni rupa tiga dimensi
Candi hasil karya seni yang memiliki nilai sangat tinggi
Candi hasil karya seni yang memiliki nilai sangat tinggi
C.   JENIS KARYA SENI RUPA TERAPAN

Kekayaan Indonesia akan karya seni rupa terapan sangat beragam dan menyebar berbagai daerah. Hasil karya seni rupa terapan dipengaruhi oleh ciri khas periode jaman, masuknya agama di Indonesia serta dipengaruhi oleh kondisi daerah masing-masing.
1.    Seni Lukis Terapan Daerah
Seni lukis adalah jenis karya seni yang dibuat dengan proses melukis. Seni lukis merupakan induk dari seni rupa. Seni lukis di Indonesia sudah ada sejak zaman prasejarah, hal ini dibuktikan dengan diketemukannya bentuk-bentuk yang ada di dinding-dinding gua seperti di Leang-Leang, Sulawesi Selatan. Didalam melukis pelukis bebas menafsirkan objek, kemudian mengekspresikan gagasannya lewat media berdasarkan prinsip seni rupa. Seni lukis terapan banyak dijumpai di daerah-daerah di wilayah Indonesia. Masing-masing daerah memiliki ciri khas masing-masing.
a.   Seni lukis Bali
Corak lukisan di Bali menampilkan nilai-nilai tradisional daerah. Tema lukisan Bali sebagian besar mengambil dari epos Ramayana, epos Mahabharata, tumbuh-tumbuhan, dan binatang. Bahan-bahan yang digunakan untuk melukis berupa warna alam. Lukisan Bali juga memiliki keunikan dalam menampilkan gaya perspektifnya, yaitu dengan teknik bersusun. Yaitu ukuran benda jauh dan dekat terlihat sama, tetapi bagian yang dekat dibuat di bagian bawah sedangkan benda yang jauh ditempatkan di bagian atas.
Lukisan khas daerah Bali
Lukisan khas daerah Bali
Lukisan Hanoman dan Rahwana
Lukisan Hanoman dan Rahwana
Lukisan yang mengambil kehidupan masyarakat Bali
Lukisan yang mengambil kehidupan masyarakat Bali
b.  Seni lukis kaca Cirebon
Daerah Cirebon memiliki lukisan dengan menggunakan media kaca yang disebut lukisan kaca. Sedangkan bahan yang digunakan untuk melukis adalah cat kayu. Keunikan lukisan kaca adalah cara menikmatinya dari belakang, maka dari itu pembuatannya juga harus dilakukan secara berurutan dari belakang yaitu pembuatan garis, bidang, pewarna paling depan dan seterusnya hingga warna terakhir yang dikehendaki selesai. Tema lukisan kaca di daerah Cirebon antara lain berupa gambar kaligrafi, masjid, dan buraq.
Lukisan kaca khas Cirebon
Lukisan kaca khas Cirebon
Lukisan kaca Cirebon
Lukisan kaca Cirebon
Lukisan kaca Cirebon
Lukisan kaca Cirebon
c.   Seni lukis batik Pekalongan
Batik Pekalongan sangat mudah kita jumpai di grosir-grosir batik. Seni lukis batik Pekalongan selalu mengikuti perkembangan pasar, sehingga banyak diminati oleh masyarakat. Seni batik Pekalongan digunakan sebagai bahan pakaian, gorden, taplak meja, dan hiasan dinding.
Batik Pekalongan
Batik Pekalongan
Batik Pekalongan
Batik Pekalongan
2.    Seni Kriya Terapan

Seni kriya atau kerajinan tangan adalah pekerjaan yang dilakukan dengan menggunakan keterampilan tangan manusia. Pembuatan kerajinan tangan dibuat dengan mempertimbangkan aspek visualnya agar kelihatan indah serta menghasilkan suatu benda yang dapat digunakan untuk kepentingan praktis. Seni kriya merupakan seni rupa yang paling banyak ragamnya di Nusantara. Masing-masing daerah memiliki hasil kerajinan yang beragam.
Hasil seni kriya seperti batik, ikat, dan tenun, gerabah, anyam-anyaman dari bambu, rotan, daun pandan dan sejenis yang dapat digunakan untuk membuat anyaman. Kerajinan batik dapat dijumpai di daerah Pekalongan, Cirebon, dan Yogyakarta. Gerabah ada di daerah Plered (Purwakarta) dan Kasongan (Yogyakarta). Kerajinan dari bambu terdapat di Tasikmalaya, sedangkan kerajinan dari rotan dapat dijumpai di daerah Cirebon.
Kerajinan pembuatan kain tenun tradisional
Kerajinan pembuatan kain tenun tradisional
Pembuatan gerabah secara tradisional
Pembuatan gerabah secara tradisional
3.  Seni Patung Terapan
Seni patung adalah karya seni yang dibuat dengan proses membentuk sebuah benda, yang biasanya terbuat dari kayu, batu, semen, tembaga dan bahan sejenis lain yang dapat dibuat patung.Pada awalnya pembuatan patung digunakan untuk keperluan religius. Perkembangan berikutnya patung digunakan sebagai hiasan. Patung dapat di ketemukan di candi-candi, monumen, dan sebagai hiasan rumah. Teknik pembuatan patung tergantung dari bahan yang digunakan. Pada dasarnya teknik pembuatan patung ada tiga yaitu carving (pahat), modeling (membentuk) dan casting (cor)
Patung dari bahan kayu
Patung dari bahan kayu
4.    Seni Relief
Seni relief adalah seni pahat dan ukiran tiga dimensi yang biasanya dibuat di atas batu. Bentuk relief ini biasa dijumpai pada candi, kuil, monumen dan tempat bersejarah lainnya.
Relief batu candi
Relief batu candi
Relief batu candi
Relief batu candi
Relief gaya Bali
Relief gaya Bali
5.    Seni Grafis
Seni grafis yaitu karya seni yang dibuat dengan proses dicetak. Teknik pembuatan seni grafis antara lain cetak tinggi, cetak dalam dan cetak datar dan cetak saring (sablon). Pembuatan seni grafis diawali dengan pembuatan desain yang memperhatikan tata letak dan bahan yang akan dicetak. Seni grafis digunakan untuk membuat kartu undangan, mencetak gambar pada kaos, iklan, logo, dan poster.
Hasil karya seni grafis
Hasil karya seni grafis
Hasil karya seni grafis
Hasil karya seni grafis
Karya seni grafis modern
Karya seni grafis modern
Logo
Logo
D.   TEKNIK PEMBUATAN KARYA SENI RUPA
Pembuatan karya seni rupa di wilayah Nusantara sangat beragam sesuai dengan bahan yang digunakan. Teknik pembuatan karya seni rupa antara lain dengan menggunakan teknik lukis, teknik batik, teknik cetak, teknik pahat, teknik membentuk, dan teknik las.
1.    Teknik Lukis
Teknik lukis untuk membuat karya seni rupa terapan dengan menggunakan kuas. Teknik ini digunakan untuk membuat lukisan kaca, lukisan pada papan, dan lukisan pada kanvas.
2.    Teknik Batik
Teknik batik digunakan untuk membuat karya seni batik. Teknik ini memerlukan bahan dan peralatan khusus. Bahan yang digunakan untuk membatik antara lain berupa kain putih (kain yang meresap warna), lilin/malam (sebagai bahan perintang), bahan pembangkit warna, bahan pelarut napthol, dan bahan pelarut garam. Sekarang ini selain batik digunakan pada media kain dapat juga digunakan pada kayu. Teknik membatik selain menggunakan canting sebagai alat juga dapat menggunakan kuas (terbuat dari bilah bambu yang dihaluskan ujungnya).
Teknik batik dapat dijumpai di daerah Pekalongan, Yogyakarta, Surakarta, Garut, Lasem, Cirebon, dan Madura. Masing-masing daerah memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri.
3.    Teknik Cetak
Teknik cetak dapat digunakan untuk pembuatan karya yang menggunakan cetakan sebagai alat utamanya. Karya seni yang menggunakan teknik cetak seperti fotografi, desain grafis, dan semua karya seni grafis. Pembuatan karya dengan teknik cetak ini membutuhkan klise sebagai acuan cetaknya. Dengan alat cetak ini dapat membuat karya dalam jumlah yang banyak.
4.    Teknik Pahat
Teknik pahat merupakan cara pembuatan suatu karya dengan mengurangi bahan sedikit demi sedikit dengan menggunakan alat pahat. Bahan yang biasa digunakan untuk membuat karya seperti kayu dan batu. Hasil karya dengan teknik pahat ini seperti relief, ukir-ukiran, dan patung.
5.    Teknik Membentuk
Teknik membentuk atau modeling adalah cara pembuatan karya dengan menambah atau mengurangi bahan yang digunakan. Jadi bahan yang digunakan berupa bahan yang lembek seperti tanah liat. Hasil karya dengan teknik ini biasanya berupa hasil gerabah/keramik.
6.    Teknik Las
Teknik las digunakan untuk menyambung bahan dari logam. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat karya berupa bahan logam seperti besi, baja, tembaga, perak, dan emas.
E.   TUJUAN PENCIPTAAN KARYA

Manusia hidup ini tidak terlepas dari hasil karya seni. Hasil karya seni selalu melekat dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga kita tidak dapat lepas dari karya seni. Penggunaan hasil karya seni terapan berupa pakaian, tempat tinggal, dan perabot rumah tangga. Dengan demikian tidaklah berlebihan jika seni memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan kita. Pada dasarnya penciptaan karya seni adalah bertujuan agar kehidupan manusia menjadi lebih baik atau meningkatkan kualitas kehidupan pada zamannya sehingga memiliki arti penting bagi generasi berikutnya.
Secara umum tujuan penciptaan karya seni adalah sebagai berikut.
1.  Ekspresi Pribadi; Ekspresi pribadi merupakan ungkapan emosional terdalam yang diwujudkan dalam simbol-simbol rupa.
2.  Aktualisasi Diri;  Aktualisasi diri merupakan upaya untuk membangun eksistensi pribadi melalui ungkapan estetis.
3.  Eksperimentasi; Eksperimen merupakan upaya pencarian dan percobaan mengolah berbagai unsur rupa dengan  beragam media untuk memperoleh keaslian karya seni.
4.  Pembaruan Nilai Keindahan; Pembaruan nilai keindahan merupakan salah satu tujuan penciptaan karya seni dalam menciptakan karya seni yang kreatif.
5.  Objek ekonomi; Penciptaan karya seni yang sejalan dengan selera masyarakat atau pemesan, untuk alasan perdagangan, galeri lelang, aset kekayaan, maupun peningkatan nilai ekonomi.
6.  Rekaman Peristiwa ; Rekaman peristiwa merupakan proses penciptaan karya seni untuk merekam suatu peristiwa tertentu yang menyentuh dan bermakna.  Karya seni untuk merekam peristiwa, aktualisasi diri, dan ekspresi diri
7.  Alat Komunikasi; Tujuan penciptaan karya seni sebagai sarana komunikasi adalah upaya untuk membangun berbagai gagasan atau imajinasi seniman sehingga dapat dipahami oleh masyarakat penikmatnya.
8.  Terapi Kejiwaan; Terapi kejiwaan merupakan tujuan penciptaan karya seni dalam pengayaan jiwa bagi seniman maupun penikmatnya sehingga memperoleh ketenangan, hiburan, pelampiasan, maupun penyehatan rohani.
9.  Memperluas Wawasan; Memperluas wawasan merupakan tujuan penciptaan karya seni untuk meningkatkan apresiasi masyarakat sehingga memperoleh pengalaman baru dalam mengamati karya seni itu.
10.  Keagamaan; Sebagai media penyampaian ajaran agama, pendukung upaya keagamaan, ataupun sebagai proses pemujaan kepada sang maha pencipta.
11.  Politik; Sebagai alat pendukung kampanye, dan propaganda ideologi politik tertentu.
Lukisan sebagai sarana ekspresi diri
Lukisan sebagai sarana ekspresi diri
Lukisan sebagai rekaman peristiwa
Lukisan sebagai rekaman peristiwa
Lukisan sebagai aktualisasi diri
Lukisan sebagai aktualisasi diri
F.  FUNGSI SENI RUPA TERAPAN
Fungsi penciptaan karya seni dari masa ke masa mengalami perkembangan. Pada zaman dahulu hasil karya seni masih sangat sederhana begitu pula dengan fungsinya. Akan tetapi, sejak kebudayaan manusia mulai berkembang, fungsi seni dan peranan seni menjadi kian berkembang pula. Suatu benda akan memiliki fungsi apabila benda tersebut dibutuhkan oleh masyarakat yang secara setia mendukungnya. Karena apabila suatu hasil karya seni tanpa didukung oleh masyarakat maka hasil seni itu akan tenggelam dan hilang. Berarti jenis seni tersebut sudah ditinggalkan oleh masyarakat atau sudah tidak dibutuhkan lagi oleh masyarakat sebagai pendukungnya, atau dengan kata lain bahwa seni tersebut telah kehilangan fungsi.
1.   Fungsi Individu
a.   Fungsi Pemenuhan Kebutuhan Emosional; seni sebagai pemuas perasaan diri sendiri atau ungkapan ekspresi.
b.   Fungsi Pemenuhan Kebutuhan Fisik
1)    Seni bangunan sebagai benda yang digunakan untuk tempat tinggal atau kantor.
2)    Seni furniture sebagai benda pelengkap ruangan seperti meja, kursi, dan almari.
3)    Seni pakaian sebagai benda yang dipakai seperti baju dan perhiasannya.
4)    Seni kerajinan sebagai benda yang berguna kepraktisannya seperti peralatan perkakas rumah tangga, mainan, dan peralatan sekolah.
Relief bagian dari bangunan
Relief bagian dari bangunan
Seni bangunan
Seni bangunan
Ukiran dari furniture
Ukiran dari furniture
2.   Fungsi Sosial
a.   Fungsi Magis / Keagamaan
Fungsi seni sebagai sarana keagamaan sudah ada sejak zaman prasejarah sampai sekarang, bahkan kian berkembang. Seni juga dijadikan suatu ciri atau identitas suatu agama.
Fungsi seni yang berkaitan dengan agama dapat dipilah menjadi beberapa, antara lain ;
1)    Seni diterapkan dalam tempat atau bangunan peribadatan dengan segala aspeknya.
2)    Seni digunakan dalam pelaksanaan upacara keagamaan.
3)    Seni diterapkan dalam pembuatan peralatan dan pakaian untuk keperluan beribadat.
b.   Fungsi Pendidikan
Seni sebagai fungsi pendidikan adalah seni yang secara langsung maupun tidak langsung digunakan sebagai sarana pendidikan.
Baik berupa sarana untuk pelaksanaan pendidikan maupun penunjang pendidikan.
c.   Fungsi Komersial
Fungsi seni sebagai fungsi komersial adalah benda seni yang diperjualbelikan untuk menunjang perekonomian seperti juga benda ekonomi yang lain. Menciptakan karya seni selain sebagai rasa kepuasan juga untuk mendapat penghargaan berupa materi, ini yang disebut benda seni sebagai fungsi komersial.
Bangunan digunakan sebagai sarana penunjang peribadatan
Bangunan digunakan sebagai sarana penunjang peribadatan
Sebagai sarana mempelajari ilmu pengetahuan
Sebagai sarana mempelajari ilmu pengetahuan
 G. APRESIASI KARYA SENI

Apresiasi berasal dari bahasa Inggris ; to apreciatie artinya menghargai. Apresiasi adalah merupakan sikap seseorang dalam kesanggupan menghargai dan menilai karya orang lain atau karya sendiri, yang memiliki nilai-nilai luhur.
Apresiasi menurut pandangan seni rupa adalah proses penerimaan, tanggapan (respon), dan pengevaluasian terhadap karya seni, sehingga seseorang bisa menghargai karya seni.
Penghayatan karya seni rupa dapat dilakukan dalam tempo yang sangat pendek dan dapat ditangkap secara keseluruhan. Dalam penghayatan tersebut secara keseluruhan dan utuh menangkap nilai-nilai yang terkandung di dalam  perwujudan karya seni. Seorang kritikus dapat menganalisa karya dan menyampaikan bagian perbagian yang berupa kategori dan klasifikasi serta mentransfer penghayatan menggunakan simbol yang dapat dipahami oleh umum.
1.   Tingkatan Apresiasi        
Tingkat apresiasi berkaitan dengan penilaian terhadap karya seni :
a.  Penikmatan
Tingkat penikmatan artinya orang yang melakukan apresiasi dapat merasakan senang secara langsung dan merasakan puas serta mendapatkan pengalaman dalam menikmati karya seni.
b.  Pemahaman
Tingkat pemahaman ini merupakan tindakan menganalisa dan menyimpulkan pendapat setelah menikmati karya seni rupa yang dilihatnya.
c.  Penghargaan
Tingkat penghargaan adalah merupakan sikap seseorang dalam menanggapi dan memahami isi dan pesan karya seni sehingga mampu menilai, menyimpulkan dan memberikan keputusan baik atau tidak baik karya seni tersebut.
d.  Penghayatan
Tingkat penghayatan yaitu tindakan meyakini dan menghayati hakekat sebuah karya seni. Penghayatan karya seni artinya usaha mempertimbangkan, mengamati, dan melakukan penilaian indah atau tidak indah, baik atau buruk, suka atau tidak suka, sekaligus menentukan sesuatu berdasarkan kerangka berpikirnya.
e.  Implikasi
Tingkat implikasi adalah mendayagunakan hasil penilaian sehingga mampu melahirkan ide-ide baru.
2.   Aspek-Aspek yang Dinilai dalam Apresiasi
Beberapa aspek yang dapat dinilai dalam berapresiasi, adalah :
a.  Ide
Ide dapat muncul karena suatu kondisi tertentu dan waktu tertentu. Karya seni dapat tercipta karena dorongan yang menyeluruh, kuat dan banyak segi. Seorang seniman akan menghasilkan karya yang khas pribadi dengan simbol-simbol yang pribadi pula, yang dapat ditangkap oleh orang sekitarnya sehingga menjadi suatu karya yang komunikatif.
b.  Kreatifitas
Yaitu penciptaan karya seni dengan mewujudkan sesuatu yang belum pernah ada, mempunyai arti dan nilai baru.
c.  Gaya individu
Gaya individu adalah gaya seseorang yang sangat erat hubungannya dengan kreatifitas. Gaya individu berupa pengolahan dan pemilihan tema, warna dan sapuan kuas.
d.  Teknik dan wujud
Teknik adalah cara seseorang menstransformasikan wujud yang ideal menjadi sesuai sehingga mempunyai nilai, terwujud dengan menggunakan media seni rupa yang berupa unsur dan prinsip seni rupa.
e.  Kegunaan praktis
Kegunaan praktis disini mempunyai peranan besar karena kegunaan praktis disamping wujud yang artistik.
3.   Pendekatan Apresiasi
Tahapan apresiasi agar dapat tercapai yang paling tinggi, perlu didukung oleh dua syarat. Pertama, latar belakang atau pengalaman melihat karya seni secara berulang-ulang. Pengalaman melihat suatu karya secara berulang-ulang baik itu dengan sengaja maupun tidak sengaja akan membiasakan diri menghadapi berbagai bentuk karya seni, di samping seseorang berkarya sendiri melihat berulang-ulang kepekaan di dalam menilai suatu karya seni akan terasah dengan sendirinya. Hal ini akan meningkatkan daya apresiasi, seandainya kita senang menyaksikan pameran karya seni atau sering berkunjung ke galeri.
Kedua adalah keterbukaan, artinya seorang pecinta seni harus memiliki kesiapan mental berupa sikap positif, dan tidak diawali oleh prasangka buruk. Dengan sikap positif ini memungkinkan bisa mempercepat peningkatan kemampuan apresiasi karya seni. Untuk meningkatkan kemampuan berapresiasi perlu kita mempelajari berbagai macam pendekatan yang sering digunakan orang untuk meningkatkan kemampuannya berapresiasi, antara lain sebagai berikut.
a.  Pendekatan mimetik
Pendekatan mimetik lebih menekankan hubungan antara karya seni dan kenyataan yang ada. Pendekatan ini sangat cocok digunakan untuk mengapresiasi karya seni yang realistik dan naturalistik, mengingat ukuran indah atau tidak indah secara langsung ataupun tidak langsung berkaitan erat dengan wujud realitas yang sebenarnya. Pendekatan ini dapat diarahkan pada segi makna , isi atau pesan yang sesuai dengan realitas kehidupan.
b.  Pendekatan ekspresif
Pendekatan lebih mefokuskan hubungan antara karya dan ungkapan kejiwaan penciptanya. Pendekatan ini digunakan ketika menghadapi karya-karya yang nilai ekspresinya sangat kuat. Setiap karya memang bernilai ekspresi, namun ada pula karya seni yang secara spontan dan lugas ditumpahkan oleh penciptanya. Karya ekspresif juga terkadang tidak memperhatikan kesesuaian bentuk, warna, dan komposisi yang terdapat di alam nyata. Dalam karya ini tidak lagi berpedoman pada kebersihan dan keindahan karya, tetapi kelihatan kotor dan carut marut dalam membuat karya seni.
c.  Pendekatan struktural
Pendekatan ini diarahkan untuk menganalisa bagian-bagian atau unsur-unsur seni. Unsur-unsur  tersebut saling terkait antara yang satu dengan lainnya. Secara umum kita dapat , mengamati unsur-unsur tersebut diarahkan secara memusat (sentral) atau menyebar, atau unsur-unsur tersebut bersifat simetris (seimbang) atau tidak simetris (tidak seimbang).
d.  Pendekatan semiotik
Semiotik diartikan segala sesuatu yang berhubungan dengan sistem lambang kehidupan manusia. Pendekatan ini digunakan untuk memperhatikan hubungan antara objek benda dan pesan di balik benda. Karena semiotik sama dengan simbol, maka setiap objek gambar dipandang sebagai simbol dimana terdapat muatan makna. Pada dasarnya karya seni adalah simbol-simbol yang mempunyai makna. Simbol disini dapat berupa garis, warna, wujud, komposisi, suasana gelap terang ataupun teksturnya.