Jumat, 17 Agustus 2012

Etnik Konvensional dalam JFW 2012

Gambar
Busana etnik konvensional, kasual dan coctail meriahkan perhelatan Jogja Fashion Week (JFW) 2012 hari pertama yang digelar di Jogja Expo Center,  Rabu (4/7). Setidaknya 18 desainer memamerkan karyanya dalam keberagaman ide dengan tema Dharmasukma.
Dharmasukma diambil dari bahasa Sansekerta yang bermakna sebuah jalan kehidupan (karya busana) yang memiliki ruh kebenaran berupa budaya, budi baik atau kelestarian alam. “Untuk itu, JFW 2012 diterjemahkan dalam lima unsur sebagai acuan inspiratif, yaitu essential, temple, organic, simplicity, populist,” jelas Ketua II Afif Syakur disela kegiatan.
JFW, tambahnya, tetap meneguhkan diri untuk membuat Yogyakarta sebagai pintu gerbang fashion Indonesia. Dengan JFE ini diharapkan dapat merangkul semua kalangan agar bisa bersama-sama mewujudkan langkah tersebut.
Para desainer yang turut memamerkan karya-karyanya diantaranya Ramadhani A Kadir (Touch of Ramadhani), Catur Wijaya (Batik Sekar Setaman), Sofie (Sofie Bengkel MOde), Maria Ulfa (Dokutoku), Uzi Fauziah dan Ariani (Batik Darmajati by Uzy dan PT BAS), Unike Probo Ekhastiti, A Ghia Sugandhi.
Selain itu ambil bagian juga Riani, Bram Lazuardie (Mirota Batik), Albert, Firoh dan Kris (Mangkoro Batik & Kebaya), Lulu Lutfi Labibi (Batik Lereng Merapi dampingan IOM), Musjib Afandi (Omah Klambi), Faizin SP (Batik Jaya Kirana), M Eko Priyono (Batik & Tenun XOXA), Dana Raharja (Etherea), Elkana Gunawan Tanuwidjaja, Dea Arifa Ardyanda dan Natasha Windura.
http://krjogja.com/read/134323/etnik-konvensional-meriahkan-jfe-2012-hari-pertama.kr