Sabtu, 18 Agustus 2012

BATIK WARNA ALAM

BATIK WARNA ALAM adalah kain batik yang diproses dengan bahan alami. Selain memiliki warna khas, kain batik ini juga lebih aman bagi pemakainya. Namun, harga batik ini relatif lebih mahal dari batik biasa.
Karena tidak menggunakan pewarnaan bahan kimia, batik warna alami punya daya tarik tersendiri bagi para pencintanya. Batik warna alam memberi kesan lebih lawas dan mahal. Batik dengan warna alami lebih dove, jadi berkesan lawas dan mahal,
Kendati menggiurkan, namun dibanding bahan sintesis, proses pembuatan batik pewarnaan alami lebih sulit. Usai dikeringkan, batik lebih dahulu dibersihkan dan dimasak menggunakan kayu bakar. Bahkan, ada batik yang proses pewarnaan alaminya harus dilakukan hingga tiga bulan, karena pencelupan dilakukan berulang-ulang dan melalui tutup-celup untuk mendapatkan warna kombinasi lebih dari tiga warna.
Proses pewarnaan bahan alam ini juga tergolong rumit, perlu uji coba berulang kali untuk memeroleh warna yang khas. Meski begitu, warna-warna bahan alami lebih kaya, sehingga perajin batik lebih leluasa berkarya.
Namun, jangan sampai keliru membeli batik pewarnaan alami. Sebab banyak orang terkecoh dengan batik pewarnaan alami yang umumnya lebih “butek” dari batik lainnya.
“Zat warna alam ‘taste’-nya memang soft, tapi warna ‘butek’ yang dihasilkannya kadang karena kurang sabarnya pengrajin memakai mordan. Sehingga warnanya pasti akan luntur. Kadang-kadang para pengrajin juga nakal mencelup dengan warna alam yang berkesan ireng atau kusam
Pewarnaan alami biasanya berasal dari bahan tumbuhan, akar, kulit, dan kayu. Berbagai jenis tanaman bisa dimanfaatkan, bahkan bahan-bahan masakan di dapur dapat diolah menjadi warna batik alami.
Limbah bumbu dapur bisa jadi warna. Bisa dengan bawang, kulit manggis, nangka, daun suji, dan sebagainya. Jadi tidak terlalu sulit untuk berlatih sendiri (membatik dengan warna alami), dari bahan-bahan yang ada di rumah bisa digiunakan. Sehingga jadilah nada-nada yang berlainan, dari dapur bisa jadi warna-warna kreatif
Dengan semua proses tersebut, tak heran jika batik pewarnaan alami tiga kali lebih mahal dibandingkan batik biasa. Harga per potong bisa mencapai Rp3 juta hingga puluhan juta.